resensi buku non-fiksi : beternak bekicot
Judul buku :
Beternak Bekicot
Penerbit :
Aqua Mandiri
Penulis
: Ir. Djatmika D. handojo
Cetakan :
Juli, 2001
Tebal buku : XIV + 32
Pengantar
Isi
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Buku
ini memaparkan tentang usaha masyarakat Indonesia yang membudidayakan bekicot
untuk diekspor ke prancis. Bekicot adalah hewan photophobia dan nocturnal yang
sering dijumpai pada musim hujan. Sedangkan pada musim kemarau, sulit untuk
menemukannya. Maka dari itu, Indonesia melakukan budidaya bekicot agar kebutuhan export ke
prancis dapat tercukupi di segala musim.
Isi
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Budidaya
bekicot bertujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan
bekicot hasil panen dari alam bebas. Prinsip yang harus diperhatikan adalah
keadaan yang tidak boleh jauh berbeda dengan habitat aslinya. Cara-cara
budidaya yang baik adalah dengan memperhatikan pemagaran tanah disekitar
kandang, penyediaan kandang, pemberian pakan, pengendalian hama / penyakit,
perbaikan sistem pemeliharaan, perbaikan mutu ternak dan pengaturan siklus reproduksi.
Budidaya
bekicot dapat juga dilakukan dengan sistem ranch, yaitu budidaya yang dilakukan
dengan membiarkan bekicot hidup bebas
dilahan yang telah disediakan. Untuk memacu pertumbuhan anak bekicot dan
bekicot muda, sebaiknya makanan diberikan secara : “ ad libitium” (sepuasnya). Selain faktor lingkungan dan makanan,
factor lain yang dapat menghambat produktivitas adalah hama. Untuk
menghindarinya, kita dapat memberi alas tatakan pada kaki kandang.
Selain
3 faktor diatas, factor lainnya adalah rotasi / pergiliran kandang yang
bertujuan untuk menghindari populasi yang terlalu padat. Kepadatan populasi
dalam kandang induk berkisar 25-40 ekor. Sedangkan kepadatan populasi untuk
kandang pembesaran berkisar antara 100-150 ekor dan lama pemeliharaan 3-4
bulan. Bekicot hidup didarat dan bersifat hermaprodit (berkelamin ganda).
Bekicot
hanya mampu hidup selama 2 tahun dan selama hidupnya bekicot bertelur sebanyak
4 kali. Produksi telur yang paling banyak terjadi pada masa peneluran periode
ke2 dan ke3. Dalam memanen bekicot idealnya dipanen setelah berumur 7
bulan. Bekicot berkhasiat untuk menyembuhkan : pegal linu, asma, TBC,
dan luka-luka karena terkilir. Bekicot dikonsumsi dalam bentuk olahan yang
berupa makanan dan ramuan dari lendirnya.
Kelebihan dan kekurangan
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Buku
ini cukup bagus digunakan sebagai panduan untuk memulai usaha membudidayakan bekicot.
Karena, didalam buku ini tatacaranya dijelaskan secara terperinci. Namun, dalam
buku ini juga terdapat beberapa kekurangan berupa sampul yang kurang menarik
dan gambar-gambar didalamnya yang kurang jelas karena hitam putih.